Gayus: Indonesia tidak siap untuk ‘langsung’ pemilu. Gayus Lumbuun, calon hakim Mahkamah Agung, kata warga negara Indonesia tidak siap untuk pemilihan umum langsung.

“Dibandingkan dengan negara-negara lain, warga negara ini tidak siap untuk memiliki pemilihan umum langsung. Orang-orang masih cenderung memilih calon yang memiliki popularitas dan kekuatan finansial yang kuat, “kata Gayus, yang saat ini komisi hukum legislatif DPR, selama proses seleksi di kantor Komisi Yudisial pada hari Kamis.

Ahmad Syafii Maarif, mantan Ketua Muhammadiyah, salah satu juri, meminta Gayus tentang politik uang yang digunakan oleh kandidat untuk memenangkan kursi di DPR.

“Politik uang mungkin kuat tapi yang pasti alat yang salah akan digunakan untuk menjadi anggota DPR,” kata Gayus. Dia menambahkan bahwa politik uang bisa mengakibatkan kurang berkualitas anggota DPR.

Komisi Yudisial telah mengadakan seleksi keadilan dari 20-28 Juli. Ada 43 kandidat keadilan secara terbuka diwawancarai oleh komisaris dan para ahli.

Para komisaris yang Abbas Said, Eman Suparman, Imam Anshori, Jaja Ahmad Jayus, Suparman Marzuki, Taufiqurrohman Syahuri, Ahmad Syafii Maarif dan Yahya Harahap. Gayus: Indonesia tidak siap untuk ‘langsung’ pemilu

Tags: ,

1 Comment on Gayus: Indonesia tidak siap untuk ‘langsung’ pemilu

  1. apple ipad future…

    Interesting, I wonder what the statistics are on your first point there…

Leave a Reply